
Diatas kursi nan tua
Ditemani dengan tarian pena berkelok-kelok
Berlantaikan tanah suci
Kutorehkan tulisan diatas kertas jingga
Menggambarkan suasana kalbuku
Yang kini melayang tiada arah dan tujuan
Mencari kepastian yang hakiki
Wahai jiwa yang sedang galau
Kemanakah aku harus mengadu ?
Rasa yang bertambah galau
Wahai dinda yang disana
Apakah dikau juga merasakannya ?
Apakah aku bersalah ?
Kalau aku merasakan hal ini ?
Wahai gadis berkacamata
Engkaulah yang selalu ku impikan
Yang ku impinan ........
Akan menghiasi rumah tanggaku
Penentram jiwa yang goyang
Pendidik yang sejati bagi anak-anak
Engkaulah bidadari impianku


akhi, sabarlah!!!
BalasHapuscinta memang fitrah dari sang pencipta segala rasa.
kalau sudah jodoh, tak kan lari kemana...